Hal Pertama yang harus di lakukan dalam menuntut Ilmu Syar’i!

15 November 2018 by no comments Posted in Ilmu

IKHLASLAH, MAKA ENGKAU SELAMAT

Ikhlas dalam menuntut ilmu adalah syarat yang harus  selalu ada dan berkesinambungan, bukan hanya di permulaan. Dengan kata lain, seorang penuntut ilmu harus bersungguh-sungguh dalam mengikhlaskan niatnya setiap saat, dan jangan kemudian dia mundur dari jalan menuntut ilmu dengan sangkaan bahwa dia belum ikhlas.

Makna dari ikhlas itu sendiri telah ditafsirkan oleh sekian banyak para Ulama. Ibnu Jama’ah misalnya, ia berkata: “Ikhlas adalah bersih dan tulusnya niat di dalam menuntut ilmu; dengan kata lain tujuannya ialah mengharap wajah Allah di dalam menuntut ilmu, beramal dengan ilmunya, menghidupkan syariat Allah, menerangi hatinya, membersihkan jiwanya, dekat dengan Allah di hari kiamat, meraih ridha-Nya dan apa yang telah Allah siapkan bagi pemilik ilmu. read more

Manisnya Ilmu Syar’i

15 November 2018 by no comments Posted in Ilmu

Ibnul Qayyim berkata: “Syeikh kami -Ibnu Taimiyyah- pernah seketika berkata kepadaku:

“Aku ditimpa sebuah penyakit, maka dokter pun berkata: “Sesungguhnya membaca dan berbicara dalam permasalahan ilmu agama yang kau lakukan akan menambah sakitmu.”

Maka aku (Ibnu Taimiyyah) menjawab: “Aku tidak mampu bersabar dari meninggalkan semua itu. Aku tidak setuju atas apa yang kamu sebutkan, bukankah jiwa itu ketika ketika ia senang dan gembira maka jasad pun akan kuat dan dapat melawan penyakit?” read more

Mulianya Ilmu Syar’i

15 November 2018 by no comments Posted in Ilmu

‘Atha’ bin Abi Rabah adalah seorang budak dari seorang wanita yang berasal dari Mekkah; kulitnya hitam, buta sebelah – beberapa saat kemudian buta keseluruhan –, hidungnya pesek, sebagian tubuhnya lumpuh, dan berjalan pincang.

Suatu ketika Sulaiman bin ‘Abdul Malik – Amirul mukminin – mendatanginya (‘Atha’) bersama dengan kedua anaknya, mereka pun duduk sambil menunggunya menyelesaikan shalat. Setelah selesai dari shalatnya, dia pun mendatangi mereka dan mereka mulai bertanya kepadanya seputar manasik haji tanpa henti, akhirnya beliau pun membalikkan lehernya. Kemudian Sulaiman berkata kepada kedua anaknya: “Berdirilah”, mereka pun berdiri, kemudian ia berkata: “Wahai kedua anakku, janganlah kalian lalai dari menuntut ilmu agama; karena sesungguhnya aku tidak akan melupakan betapa rendahnya kita di hadapan budak yang hitam ini.” [1] read more