Jumat, September 17, 2021
Beranda blog

SUKSESKAN TEBAR 10.000 TAFSIR AL-QUR’AN TEMATIK 3 in 1 GRATIS!

0

🚀🌈💎 TEBAR 10.000 TAFSIR AL-QUR’AN TEMATIK 3 in 1 GRATIS! 💎🌈🚀

 

Awali Tahun Baru Islam 1443 H dengan Tabungan Akhirat (Berwakaf Tafsir Al Quran Tematik 3 in 1)*

Wakaf bukan hanya berupa tanah untuk masjid, Sekolah atau kuburan seperti yang dipahami masyarakat pada umumnya

Setiap harta yang ditahan untuk kepentingan umat adalah wakaf. Termasuk juga wakaf berupa Tafsir Al-Qur’an Tematik yang dimotori oleh *Fiqh Learning Center (FLC)* sebagai lembaga Dakwah yang selalu mengedepankan pendidikan tanpa batas dan inovasi wakaf.

Tafsir Al Quran adalah bentuk amal sholeh terbaik yang akan diganjar pahala disetiap huruf yang dibaca.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi)

 

FLC memberi kesempatan kepada Anda untuk berwakaf Tafsir Al Quran Tematik 3 in 1

 

Rasulullah bersabda,

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputus lah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah (wakaf), (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no.1631)

 

YUK HADIAHKAN TAFSIR AL-QUR’AN TEMATIK 3 in 1 UNTUK KAUM MUSLIM

 

Yuk Raih kesempatan berharga ini, dengan amal sholeh berwakaf Tafsir Al Quran. Anda harus ikut!

 

Wakaf Bisa di Hadiahkan Atas Nama Kedua Orang Tua, Baik Masih ada ataupun Sudah Meninggal

 

Siapkan Wakaf Terbaik Anda dan salurkan melalui Rekening :

🏧 BSI : 7186663335
a.n Yayasan Fiqh Learning Center

Rek. Alternatif:

💳 MANDIRI : 1230006624755
💳 BCA : 8691229131
*a.n Muhamad Taufiq

*Untuk memudahkan pencatatan mohon sertakan kode unik 301 di belakang nominal, contoh: Rp. 1.000.301

Konfirmasi transfer melalui WA; 081384379991

📝Untuk Pemesanan Buku Wakaf Tafsir Tematik 3in1 minimal 10 Eksemplar dan kelipatannya (personal/kolektif)

📗1 eks Rp 49.900
📚10 eks = Rp 499.000 (1 Paket)
(Belum termasuk ongkos kirim)

📦 Hadiah untuk Pewakaf

📱Setiap Wakaf 1 Paket (10 eks) mendapatkan 20 Kode Voucher App Android Ensiklopedi Fiqih Pro Gratis @30 Hari x 20 Pengguna (berlaku kelipatannya) senilai Rp 580.000

📗 1 Eks Panduan Ramadhan 4 Mazhab senilai Rp 199.000 dengan Pemesanan 20 Buku

📗 1 Eks Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an & As-Sunnah Jilid 1 senilai Rp 299.000 dengan pemesanan 30 Buku

 

Waktu Pemesanan

🔹Tgl 15 Agustus – 15 September 2021

🔸Proses Cetak : In sya Allah Tgl 16 September – 4 Oktober 2021

🚚 Waktu Pengiriman : In sya Allah, mulai tgl 5-11 Oktober 2021

*Estimasi waktu bisa dimajukan/dimundurkan sesuai dengan kondisi.

📦 Cetakan ke-1 : 1000 Eksemplar

🎁 Quota : 100 Pemesan

 

📚Info Buku

Judul : Konsep Ibadah dalam Al-Qur’an

Menggapai Kesempurnaan Ibadah, mencapai Ridha Allah

Daftar Isi Tema:

✅ Tafsir Ibadah
✅ Tafsir Al-Ittiba’
✅ Tafsir Ikhlash

Ukuran Buku: 14 x 20,5 cm
Soft Cover
Isi : HVS
Jumlah : 380 Halaman

📝Tidak untuk diperjual belikan

Dapatkan pahala jariyah dengan mengirimkan info ini ke semua orang baik yang Anda kenal ataupun tidak.

💌 fiqhlearningcenter.com/tafsir-tematik

📲 WA FLC 081384379991

Wakaf Al-Qur’an untuk Pelosok Negeri dan Para Santri se-Indonesia

0

✨🌈💎 WAKAF 10.000 AL-QUR’AN UNTUK PELOSOK NEGERI DAN PARA SANTRI SE-INDONESIA! 💎🌈✨

 

Awali Tahun Baru Islam 1443 H dengan Tabungan Akhirat (Berwakaf Mushaf Alquran)

Raih Pahala dari Setiap Huruf di Alquran yang dibaca dengan Wakaf Mushaf darimu

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputus lah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah (wakaf), (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no.1631)

 

YUK HADIAHKAN MUSHAF AL-QUR’AN UNTUK PELOSOK NEGERI DAN PARA SANTRI SE-INDONESIA

 

Yuk Raih kesempatan berharga ini, dengan amal sholeh berwakaf Al Quran. Anda harus ikut!

 

Wakaf Bisa di Hadiahkan Atas Nama Kedua Orang Tua, Baik Masih ada ataupun Sudah Meninggal

 

Siapkan Wakaf Terbaik Anda dan salurkan melalui Rekening :

 

🏧 BSI : 7186663335
a.n Yayasan Fiqh Learning Center

 

*Untuk memudahkan pencatatan mohon sertakan kode unik 017 di belakang nominal contoh: Rp. 500.017

Konfirmasi Transfer melalui WA; 081384379991

 

Dapatkan pahala jariyah dengan mengirimkan info ini ke semua orang baik yang Anda kenal ataupun tidak.

Terima kasih

Jazakumullahu khairan atas Donasi Wakaf Anda

Barakallahu fiikum, Semoga Allah memberikan keberkahan kepada Harta dan Keluarga Anda.

 

*Laporan Donasi akan kami publish baik di website FLC maupun di Chanel Telegram

BANTU PARA USTADZ TERDAMPAK CORONA

0

🚨 BANTU PARA USTADZ TERDAMPAK CORONA

🌏 BERSAMA BERJUANG BERBAGI

Kami mengajak para Muhsinin/Dermawan untuk mendukung PROGRAM BANTU USTADZ Karena fakta di lapangan masih banyak ustadz, guru-guru ngaji, penceramah di pelosok sekitar jabodetabek tetap sabar menghadapi kondisi Pandemik yang belum berakhir, mereka tidak menjerit-jerit meminta bantuan karena penghasilan kurang bahkan hilang.. mereka tetap bersyukur terhadap cobaan ini dan taat terhadap ketentuan ulil amri untuk di rumah saja.

Ramadhan telah berlalu, di tengah wabah Covid – 19 yang lebih dari setahun tentu akan terasa berat bagi mereka, saat ini pun kehidupan yang sulit belum berakhir.

Ada seorang Ustadz yang harus menjual kitab-kitab perpustakaan pribadinya untuk membeli sembako.

Ada seorang ustadz yang mencari pinjaman sana sini untuk kebutuhannya sehari-hari, karena penjualan buku-buku islam secara online tidak ada pemasukan sejak lama.

Ada seorang ustadz terpaksa menjual beras sisa pembagian zakat fitrah hanya untuk membeli lauk makan keluarganya di rumah.

Kita bisa berempati dengan para ojol yang masih punya peluang mencari nafkahnya yang berkurang. Tapi seharusnya kita harus lebih berempati dengan ustadz-ustadz kelas “Medioker” yang istiqomah berdakwah dari satu kampung ke kampung lain.. dari masjid ke masjid.. dari majelis taklim ke majelis taklim yang lain.. yang hampir sebulan ini berhenti sementara bahkan tutup hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan..

Coba bayangkan, jika kita bisa mengangkat kesulitan orang yang kesusahan, mengenyangkan yang lapar, melepaskan orang yang terlilit hutang, dan membuat orang lain bahagia.

Keutamaannya itu lebih baik daripada melakukan ibadah i’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan penuh. Sungguh ini adalah amalan yang mulia.

Bahkan, dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan bahwa Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.

Dalam hadits yang shahih juga disebutkan bagaimana Allah mengampuni dan merahmati seorang wanita pelacur gara-gara ia memberi minum seekor anjing yang sangat kehausan. (Nah, apalagi memberi makan atau minum manusia yang kelaparan dan kehausan? Lebih – lebih jika manusia tersebut adalah seorang mukmin, apalagi mereka para pejuang Dakwah yang harus bertahan hidup dalam situasi sulit saat ini )

Apakah Anda ingin mendapat keutamaan tersebut ?

Ayo kita berjuang bersama membantu meringankan beban mereka salurkan donasi terbaik Anda melalui :

💳 REKENING DONASI
Silahkan mentransfer ke nomor rekening sebagai berikut :

📟 BSI ex BSM : 718 666 333 5
an. Yayasan Fiqh Learning Center

Rek. Alternatif* :
📟 BCA : 8691 22 9131
📟 Bank Mandiri : 123 000 6624 755
*an. Muhamad Taufiq

📟 Kode Bank :
 BCA 014
 BSM 451
 Bank Mandiri 008

📲 Mohon konfirmasi melalui SMS/WA ke nomor Yayasan Fiqh Learning Center

SMS ➡ 081384379991
WA ➡ wa.me/6281384379991
Atau Ustadz Muhamad Taufiq,Lc
WA 082260077791

Dengan Format :
➡ Tanggal/Bantu Ustadz/Nama/Bank Tujuan/Jumlah Donasi

📟 Tambahkan kode unik “033” diakhir nominal untuk memudahkan pengecekan, contoh : 100.033

Contoh :
➡ 7 Juni/Bantu Ustadz/Abdullah/BSM/Rp 100.003

📊 LAPORAN PROGRAM
📥 Kami publish nantinya di chanel t.me/fiqhlearningcenter

🔖 Kami mengucapkan terima kasih dan Jazaakumullahu Khairan atas donasi dan infak yang telah diberikan oleh para Donatur/Muhsinin.

“Barakallahu fii Maalikum wa Ahliikum”

Semoga Allah memberkahi harta dan keluarga Anda. Aamiin.

○○○🌿🍯🍯🍯🍯🍯🌿○○○

📁 TIM DONASI YFLC
Yayasan Fiqh Learning Center
( ☎ 081384379991 ) – Info selengkapnya

Silsilah Bekal Muslim Menghadapi Akhirat

0

Pembaca yang budiman, untuk sementara update artikel diwebsite ini “Silsilah Bekal Muslim Menghadapi Akhirat” dilanjutkan di chanel Telegram Klik Join >> t.me/fiqhlearningcenter

Tunaikan Zakat Fitrah untuk Saudara Prasejahtera

0

Kini kita sudah berada pada 10 terakhir bulan Ramadhan, salah satu ibadah wajib yang perlu kita persiapkan dengan sebaik-baiknya sejak awal adalah zakat fitrah. Sebagaimana yang disampaikan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat (idul fitri) maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud, no. 1609)

Kehendak Allah, Ramadhan tahun ini kita masih diuji dengan pandemi. Tentu kamu sudah paham kondisinya, betapa banyak masyarakat yang terimbas pandemi secara ekonomi. Pekerja harian menurun drastis pendapatannya, pekerja kantoran pun banyak yang terkena pemotongan gaji besar-besaran bahkan pemutusan hubungan kerja. Belum lagi mereka yang memang sudah menganggur begitu lamanya. Dampak ini dirasakan nyaris merata di berbagai strata sosial, namun mereka yang prasejahteralah yang paling parah mengalaminya.

Beras sebagai bahan pangan pokok sangat urgent dibutuhkan saudara-saudara Muslim Prasejahtera. Oleh karena itu, tahun ini zakat fitrah kita di awal-awal bulan akan jadi penyelamat bagi saudara sebangsa. Tak hanya menjalankan kewajiban dari Allah, dengan menunaikan zakat fitrah sejak awal bulan Ramadhan insya Allah akan menyambung nyawa saudara-saudara kita di berbagai penjuru Indonesia yang kelaparan pada masa-masa darurat.

Yuk, tunaikan zakat fitrahmu sekarang! Hanya dengan Rp. 50.000 per jiwa, insyaa Allah akan menjadi jalan menuju keridhoanNya. Selain memberi manfaat bagi penerimanya, kamu juga turut berkontribusi mendukung petani dalam negeri. Maka tunggu apalagi? mari tunaikan zakat fitrah dirimu dan keluargamu, sekarang.

 

PAKET  ZAKAT FITRAH

  • 4 Orang : Paket Keluarga Inti Rp 200.000
  • 8 Orang : Paket Keluarga Kamu & Keluarga Pra Sejahtera Rp 400.000
  • 10 Orang : Paket Keluarga Besar Rp 500.000

 

REKENING :

BSM (451) Rek. 718 666 333 5

An. Yayasan Fiqh Learning Center

BCA (014) Rek. 8691 22 9131

An. Muhamad Taufiq

Top Up LinkAja : 085777552201

Mohon Konfirmasi ke salah satu WA:

081384379991

085777552201

 

YAYASAN FIQH LEARNING CENTER

SK. Yayasan Nomor. AHU-0011593.AH.01.12.TAHUN 2021 Tanggal 30 MARET

bit.ly/SK-FLC

Raih Pahala Tanpa Batas Dengan Tunaikan Zakat Mal di Bulan Suci Ramadhan

0

 

Alhamdulillah, Allah Subhanahu wa Ta’ala masih memberi kita kesempatan untuk mengecap manisnya beribadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Akan sangat indah bila kita mengisinya dengan sebaik-baik penghambaan kepada Rabb semesta alam, dengan sebanyak-banyak syukur yang menentramkan hati, dengan sebanyak-banyak taubat yang membersihkan jiwa.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan doakanlah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah: 103)

Sahabat, kini kita telah memasuki Ramadhan kedua di masa pandemi Covid-19. Kondisi sebagian besar masyarakat masih banyak yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, pengangguran semakin bertambah karena banyaknya kasus PHK akibat dampak dari pandemi ini.

Islam mensyariatkan zakat mal sebagai kunci dari persoalan kemiskinan yang melanda saudara prasejahtera kita. Maka tidak ada alasan bagi seseorang yang Allah lebihkan hartanya untuk tidak menunaikan zakat mal.

Amalan zakat mal yang kita tunaikan di bulan Ramadhan akan lebih berlimpah pahalanya, karena di bulan mulia ini Allah melipat gandakan pahala bagi siapapun yang beribadah di dalamnya. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan ini. Selain untuk kebaikan dan keselamatan kita di dunia dan di akhirat, zakat mal yang kita tunaikan akan meyelamatkan saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Ayo, raih pahala di bulan Ramadhan yang berlimpah berkah ini dengan zakat mal terbaikmu yang akan bahagiakan saudara kita!

 

*REKENING :

BSM (451) Rek. 718 666 333 5

An. Yayasan Fiqh Learning Center

BCA (014) Rek. 8691 22 9131

An. Muhamad Taufiq

Top Up LinkAja : 085777552201

Mohon Konfirmasi ke salah satu WA:

081384379991

085777552201

 

YAYASAN FIQH LEARNING CENTER

SK. Yayasan Nomor. AHU-0011593.AH.01.12.TAHUN 2021 Tanggal 30 MARET

bit.ly/SK-FLC

Pengundang dan Pelindung Datangnya Wabah dan Bencana

0

 

Berdasarkan  pada kisah-kisah nyata yang disebutkan oleh Al Qur’an. Diantaranya, Iblis dilaknat oleh Allah Ta’ala sampai hari kiamat (QS. Al A’rof 11 – 18), Nabi Adam ‘alaihissalam dikeluarkan dari surga (Qs. Al A’rof 18 – 22), kaumnya nabi Nuh ‘alaihissalam ditenggelamkan dengan banjir yang dahsyat (QS. Al Ankabut 14) , kaumnya nabi Luth a’laihissalam bumi yang mereka tempati dibalik dan dihujani dengan tanah-tanah yang sangat panas (QS. Al Ankabut 28-35), kaumnya Nabi Syu’aib  mati bergelimpangan dengan sekali suara yang menggelegar (Qs. Al Ankabut 36-37),  semua bencana itu menimpa pada mereka tidak lain sebabnya adalah  karena dosa yang mereka lakukan

Dan masih banyak lagi kisah-kisah  yang menyebutkan tentang akibat buruk bagi pelaku dosa . Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Sesungguhnya keburukan  akan memberi noda hitam dalam hati, kegelapan pada wajah, mempersempit jalan rezeki, melemahkan badan dan menjadi bibit kebencian di hati para makhluq.”

“Tidaklah bencana menimpa kecuali karena dosa” , begitulah yang disampaikan oleh Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah. Tentunya apa yang beliau sampaikan tidak sekedar perkataan yang tanpa dasar. Karena kalau kita cermati beberapa firman Allah Ta’ala dan sabda RasulNya, apa yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim tersebut sangat tepat. Diantara ayat dan hadits tersebut adalah;

 “ Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An Nahl 112)

Allah Ta’ala juga berfirman

 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”(QS. Ar Ruum 41)

Firman Allah Ta’ala juga;

”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuro 30)

Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika timbul maksiat pada umatku, maka Alloh akan menyebarkan adzab kepada mereka.” (HR. Ahmad. Sanadnya terpercaya)

  • Dosa – Dosa Pembawa Bencana dan Petaka

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam sebenarnya sejak empat belas abad yang silam telah memberikan informasi kepada kita tentang beberapa amalan yang bisa menjadi sebab datangnya  bencana dan petaka. Diantaranya;

  1. Merebaknya perbuatan zina

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي

لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ ا لَّذِينَ مَضَوْا

“Tidaklah merebak perbutaan zina dalam sesuatu kaum, sehingga mereka melakukannya secara terang-terangan melainkan akan merebak juga penyakit tha’un dan wabah penyakit yang belum pernah terjadi pada masa manusia terdahulu.” (HR. Ibnu Majah. Dishahihkan  oleh Syaikh  Al Albani)

 

  1. Mengurangi Takaran Dan Timbangan (Curang Dalam Jual Beli)

وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ ‏ ‏وَجَوْرِ ‏ ‏السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ

“Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka dihukum dengan paceklik yang panjang, kesempitan hidup dan kezaliman penguasa.” (HR. Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

 

  1. Tidak Membayar zakat

 وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا ‏ ‏الْقَطْرَ ‏ ‏مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا

“Tidaklah mereka menahan harta mereka dari mengeluarkan zakat melainkan hujan ditahan dari langit dari mereka sehingga kalau bukan karena binatang ternak, pasti mereka tidak mendapat hujan.” (HR. Ibnu Majah. Dishahihkan  Syaikh Al Albani )

 

  1. Melanggar Perjanjian Dengan Alloh Ta’ala

وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ

     Tidaklah mereka membatalkan perjanjian Allah dan perjanjian rasul-Nya, melainkan Allah menjadikan musuh dari kalangan orang luar menguasai mereka dan merampas sebagian hak mereka (HR. Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Syaikh  Al Albani)

 

  1. Tidak Berhukum Dengan Hukum Alloh Ta’la

وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

            “Tidaklah pemerintah-pemerintah di kalangan mereka memerintah tanpa berpegang kepada kitab Allah dan memilih-milih dalam melaksanakan perkara yang telah diturunkan oleh Allah, melainkan Allah menjadikan kehancuran mereka berlaku karena permusuhan sesama mereka.” (HR. Ibnu Majah. Dishahihkan  Syaikh Al Albani

 

  1. Minum minuman yang haram, mengundang biduan dan membunyikan musik

“Kelak akan terjadi pada umat ini (tiga hal) : (mereka) ditenggelamkan (kedalam bumi), dihujani batu, dan diubah bentuk mereka, yaitu jika mereka minum arak, mengundang biduanita-biduanita (untuk menyanyi) dan menabuh (membunyikan) musik.” (HR. Ibnu Abi Dunya  dan At Tirmidzi )

 

 

  • Lima Amalan Pelindung Dari Bencana

Di dalam Al Qur’an dan Hadits telah disebutkan bahwasannya diantara penyebab datangnya bencana dan petaka  adalah dosa. Maka, tentunya juga ada ayat dan hadits yang menjelaskan tentang amalan yang bisa menghindarkan dari bencana dan petaka. Diantara amalan-amalan tersebut adalah

 

  1. Bertaubat dan Memperbanyak Istighfar

Semua manusia bisa dipastikan telah berbuat dosa, namun Allah Ta’al menyebutkan bahwasannya Dia adalah Dzat yang Maha Pengampun. Untuk itu apada saat kita berbuat dosa segera mungkin kita beratubat dan beristighfar agar dosa yang kita lakukan segera diampuni oleh Allah Ta’ala sehingga tidak menjadi sebab datangnya bencana. Allah Ta’ala menyebutkan dalam firmanNya bahwasannya Dia tidak akan mengadzab hambanya selama mereka masih beristighfar. Allah Ta’ala berfirman

وَما كانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan tidaklah Alloh mengadzab mereka selama mereka senantiasa beristighfar “(QS. Al Anfal 33)

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

وَمَا نَزَلَ بَلَاءٌ قَطُّ إلَّا بِذَنْبٍ وَلَا رُفِعَ إلَّا بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah suatu bala’ turun melainkan karena dosa, dan tidaklah bala’ tersebut akan diangkat melainkan dengan taubat.”

Imam Al Qurthubi rahimahulla juga berkata:

وَالِاسْتِغْفَارُ وَإِنْ وَقَعَ مِنَ الْفُجَّارِ يُدْفَعُ بِهِ ضَرْبٌ مِنَ الشُّرُورِ وَالْأَضْرَارِ

“Istigfar jika dipanjatkan oleh orang-orang bejat (sekalipun), bisa menolak terjadinya hal-hal yang buruk dan mampu menepis berbagai kemudaratan

 

  1. Menegakkan Tauhid dan menjauhi syirik

 

Syirik atau menyekutukan Allah Ta’ala merupakan dosa yang paling besar. Sehingga tentunya pengaruh buruknya juga dahsyat. Bahkan disebutkan dalam Al qur’an tak terampuni apabila sampai akhir hidupnya belum bertaubat. Dan dosa inipun berpengaruh buruk pada saat di dunia. Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. (Syaratnya) mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun” (QS. an-Nur: 55)

 

  1. Menghidupkan sunah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

Keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditengah-tengah sebuah masyarakat menyebabkan Allah Ta’ala tidak menurunkan adzabnya kepada mereka. Meskipun mereka memusuhi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan ingin membunuhnya.  Alloh  Ta’ala berfirman,

وَما كانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ

“Dan tidaklah Allah akan mengadzab mereka (orang-orang kafir di Mekah) sementara engkau (Wahai Muhammad) masih berada di tengah-tengah mereka,” (QS. Al-Anfal: 33)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengomentari ayat sebelumnya yakni ayat ke 32  tersebut dengan ucapannya yang indah:

إذَا كَانَ وُجُودُ بَدَنِهِ وَذَاتِهِ فِيهِمْ دَفَعَ عَنْهُمْ الْعَذَابَ وَهُمْ أَعْدَاؤُهُ، فَكَيْفَ وُجُودُ سِرِّهِ وَالْإِيمَانِ بِهِ وَمَحَبَّتِهِ وَوُجُودُ مَا جَاءَ بِهِ إذَا كَان فِي قَوْمٍ أَوْ كَانَ فِي شَخْصٍ؟، أَفَلَيْسَ دَفْعُهُ الْعَذَابَ عَنْهُمْ بِطَرِيقِ الْأَوْلَى وَالْأَحْرَى؟

“Jika keberadaan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam  secara fisik di tengah-tengah mereka (kafir Mekah) mampu mencegah turunnya adzab atas mereka, padahal mereka adalah musuh-musuh beliau , maka bagaimana kiranya jika keberadaan beliau pada diri seseorang atau pada suatu kaum, terwujud dalam bentuk cinta dan iman kepada beliau, serta dalam bentuk tegaknya apa yang beliau bawa (berupa sunah)? Bukankah yang demikian ini lebih utama dan lebih pantas untuk terhindar dari adzab?”

Untuk itu cegah bencana dan petaka menimpa dengan menghidupkan sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. baik yang ringan maupun yang terasa berat.

  1. Berbuat baik dan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar (memerintahkan yang baik dan mencegah yang buruk)

jika sebuah dosa berpengaruh buruk dalam kehidupan tentunya sebuah kebaikan akan berpengaruh baik. Untuk itu laksanakan kebaikan dan ajak yang lainnya juga melakukannya. Sehingga kebaikan yang dilakukan akan semakin banyak dan tentunya akan berpengaruh baik dalam sebuah kehidupan. Dan allah Ta’ala telah berjanji tidak akan menimpakan adzabnya kepada orang-orang yang berbuat baik dan mengajak kepada kebaikan. Sebagaimana dalam firmanNya;

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan dan perbaikan.” (QS. Huud: 117)

  1. Berdoa

Senjata bagi orang mukmin dalam mengahadapi sesuatu yang menyusahkannya adalah doa.  Jangan sampai manusia sombong dengan tidak mau berdoa kepada Allah Ta’ala. Karena doa sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Bahkan disebutkan doa bisa sebagai tameng dari bencana dan petaka.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Doa termasuk obat yang paling mujarab. Ia adalah musuh bagi bencana, ia menolaknya, memperbaiki dampak buruknya, mencegah turunnya, mengangkatnya atau meringankannya jika ia telah turun dan ia merupakan senjata orang mukmin.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua untuk melaksanakannya sehingga kita semua terhindar dari segala wabah, bencana dan petaka baik di dunia maupun di akherat. Amin ya rabbal ‘alamin

FITNAH KUBUR; UJIAN PERTAMA DI AKHIRAT

0

Apa itu Fitnah Kubur?

Yang dimaksud dengan fitnah kubur adalah ujian untuk ruh berupa pertanyaan dua orang malaikat, Munkar dan Nakir. Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihiy menjelaskan,

ﻭَﺍﻟْﻔِﺘْﻨَﺔُ : ﺍَﻻﺧْﺘِﺒَﺎﺭُ ﻭَﺍْﻻِﻣْﺘِﺤَﺎﻥُ ، ﻓَﻴَﺄْﺗِﻲ ﻧَﻜِﻴْﺮ ﻭَﻣُﻨْﻜَﺮ ﻳَﺒْﺘَﻠِﻴَﺎﻧِﻪِ ﻭَﻳَﺨْﺘَﺒِﺮَﺍﻧِﻪِ ﺑِﺎﻟﺴُّﺆَﺍﻝِ : ﻣَﻦْ ﺭَﺑُّﻚَ؟ ﻣَﺎ ﺩِﻳْﻨُﻚَ؟ ﻭَﻣَﻦْ ﻧَﺒِﻴُّﻚَ؟ ﺛُﻢَّ ﺗَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟْﻌُﻘُﻮْﺑَﺔُ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻓَﻴُﻔْﺘَﻦُ ﺑِﺎﻟﺴُّﺆَﺍﻝِ ﺛُﻢَّ ﻳُﻌَﺬَّﺏُ

“Fitnah kubur adalah ujian, di mana malaikat Nakir dan Mungkir menguji dengan memberikan pertanyaan: ‘Siapa Rabb-mu, Apa agama-mu dan siapa Nabi-mu’, lalu memberikan hukuman setelahnya (apabila tidak bisa menjawab.”

Fitnah kubur adalah ujian yang tidak biasa. Sebab, bukan semata lisan dan pengetahuan yang akan menjawabnya. Namun, keimanan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya yang akan menjadi penentunya.

Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Seseorang bisa menjawab pertanyaan kubur karena keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan karena wawasan dan pengetahuannya semata. Orang yang tidak ada iman di hatinya, ia tidak akan bisa menjawab pertanyaan dua malaikat ini.”

Nikmat dan Adzab Kubur

Setelah mengalami proses fitnah kubur, maka akan mengalami proses berikutnya, yaitu proses nikmat kubur dan adzab kubur. Bila dia selamat dalam fitnah kubur maka dia akan mendapatkan nikmat kubur dan sebaliknya bila ia tidak selamat dalam fitnah tersebut maka dia akan mendapatkan adzab kubur. Firman Allah Ta’ala :

…ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

“… Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.”  (Al An’am: 93)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam kitab tafsirnya Taisirul Karimir Rahman mengatakan, “Ayat ini sebagai dalil tentang adanya adzab di alam barzakh dan kenikmatan di dalamnya. Dan adzab yang diarahkan kepada mereka dalam konteks ayat ini terjadi sejak sakaratul maut, menjelang mati dan sesudah mati.”

Allah Ta’ala berfirman :

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

“(Salah satu bentuk azdab di alam barzakh nanti) Neraka akan ditampakkan di waktu pagi dan petang kepada Fir’aun dan para pengikutnya. Kemudian pada hari kiamat (dikatakan kepada malaikat): Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras.” (Ghafir : 46)

Ibnu Katsir menjelaskan, “Ayat di atas merupakan landasan utama yang dijadikan dalil bagi aqidah Ahlus Sunnah tentang adanya adzab di alam kubur.” (Lihat Al-Mishbahul Munir)

Semoga kita dimudahkan dalam menghadapi fitnah kubur, dijauhkan dari adzab kubur dan dikaruniai nikmat kubur. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Alam Barzakh (Alam Kubur)

0

Apa Itu Barzakh?

Setelah seseorang meninggal dunia, maka seseorang akan masuk pada alam barzakh. Dalam bahasa Arab, barzakh artinya al-hajiz (penghalang) dan al-had bainasy syaiaini (pembatas antara dua benda). Ar-Raghib menjelaskan makna firman Allah Ta’ala :

وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا 

“…dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Al-Furqan : 53)

Barzakhan maknanya hajizan (pembatas).

Sedangkan, makna Barzah secara syar’i adalah negeri setelah kematian hingga sebelum pembangkitan. Sehingga, alam Barzah merupakan perantara antara alam dunia dengan alam akhirat.

Dalil Keberadaan Alam Barzakh

Firman Allah Ta’ala :

وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“…Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mukmin : 100)

Muhammad bin Ka’b mengatakan, “Barzakh adalah tempat antara dunia dan akhirat. Mereka tidak bersama penduduk dunia yang bisa makan dan minum, tidak pula bersama penduduk akhirat yang merasakan balasan di surga dan neraka. Ada yang berpendapat, bahwa Barzah adalah alam kubur, dimana penghuninya tidak berada di alam dunia dan tidap pula di alam akhirat. Meraka akan tinggal di alam kubur menunggu hingga hari pembangkitan.”

Siapa yang Akan Masuk ke Dalam Alam Barzakh?

Siapapun yang meninggal dunia dan dalam model apapun, maka dia akan masuk dalam suatu alam bernama alam barzakh. Dan Fase ini sering disebut sebagai alam kubur, karena kebanyakan orang dikubur setelah meninggal dunia. Padahal, asalnya seseorang yang meninggal dunia telah masuk ke alam barzakh meskipun dia tidak dikubur. Dan dalil yang paling kuat yang menunjukkan akan hal ini adalah kisah Fir’aun. Allah Ta’ala berfirman :

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia tidak memperhatikan dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. Yunus : 92)

Kita tahu, bahwa  jasad Fir’aun diselamatkan dan tidak dikubur dan jasad bala tentaranya tenggelam di Laut Merah. Namun mereka saat ini sedang disiksa oleh Allah ﷻ dengan siksa kubur. Dalilnya adalah Allah ﷻ berfirman,

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“. (QS. Ghafir : 46)

Artinya, saat ini mereka sedang diadzab di alam barzakh, meskipun jasad mereka tidak dikubur.

Fitnah Kubur di Alam Barzakh

Ketika berada di alam barzakh, seseorang akan mengalami fitnah kubur. Yang dimaksud dengan fitnah kubur adalah pertanyaan-pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Yaitu, siapa Rabbmu? Apa agamamu? Dan Siapa nabimu?

Semua orang yang meninggal akan ditanya oleh malaikat, kecuali orang yang mati syahid. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang beriman mendapat fitnah di kubur mereka, kecuali orang yang mati syahid?” Beliau menjawab,

كَفَى بِبَارِقَةِ السُّيُوفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً

“Cukuplah kilatan pedang di atas kepala sebagai fitnah bagi mereka.” (HR. An-Nasa’i)

Oleh karena itu hendaknya seseorang meminta kepada Allah agar dimudahkan dalam menjawab pertanyaan para malaikat kelak di alam barzakh. Karena Allah ﷻ telah berfirman,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim : 27)

Al-Mas’udi berkata, dari ‘Abdullah bin Mukhariq, dari bapaknya, dari ‘Abdullah, ia berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin jika meninggal dunia, ia akan didudukkan di kuburnya. Ia akan ditanya, ‘Siapa Rabbmu?’, ‘Apa agamamu?’, ‘Siapa nabimu?’. Allah akan menguatkan orang beriman itu untuk menjawab. Ia akan menjawab, ‘Rabbku Allah, agamaku Islam, nabiku Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lantas ‘Abdullah membacakan firman Allah surat Ibrahim ayat 27.” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dan ‘Abdullah bin Imam Ahmad dalam As-Sunnah, no. 1429; Al-Baihaqi dalam ‘Adzab Al-Qabr, no. 9).

Orang kafir dan munafik pun juga akan ditanya dengan pertanyaan yang sama, namun mereka tidak bisa menjawabnya. Dalam hadits disebutkan,

وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ, فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah, aku tidak tahu”. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”. Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”. [Lihat Shahihul Jami’ no: 1672]

Oleh karenanya yang menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir adalah keimanan.

Bagaimana Melatih Diri Memasuki Alam Barzakh?

Ibnu Rajab al-Hambali pernah mewasiatkan kita untuk banyak berkhalwat dengan Allah ﷻ, yang salah satu caranya adalah dengan i’tikaf, dimana kita membaca Al-Quran dan shalat malam sendiri, dengan tujuan melatih diri kita untuk melalui kesendirian di alam barzakh yang sangat panjang. Tatkala seseorang telah meninggal dunia, tidak ada lagi keluarga maupun sahabat yang menemaninya. Sebagaimana Nabi ﷺ mengatakan,

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960)

Sampai Kapan di Alam Barzakh?

Inilah fase alam barzakh yang seseorang akan menanti lebih lama sampai datangnya hari kiamat. Dan di alam barzakh ini hanya akan diberikan antara dua hal kepada seseorang, jika dia tidak diberikan nikmat, maka pasti dia akan merasakan adzab. Wallahu a’lam.

Masya Alloh, Cantiknya! Barokallohu Fiik

0

Allah Ta’ala telah banyak sekali  memberikan nikmatnya kepada kita. Saking banyaknya nikmat tersebut sehingga Allah Ta’ala menjelaskan bahwasannya nikmat tersebut tidak akan mampu untuk dihitung. Untuk itulah hendaknya kita selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala, baik dengan lisan, hati bahkan anggota tubuh kita.  Diantara nikmat yang harus kita syukuri adalah mempunyai mata yang bisa melihat. Karena dengan melihat, terkadang  seseorang bisa tertawa dan menangis, bisa bahagia dan sedih, bahkan bisa mendapatkan pahala dan dosa. Karena itulah hendaknya kita selalu mengingat tujuan hidup kita yaitu untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Seyogyanya kita bisa menjadikan nikmat mata bisa melihat, mampu kita gunakan untuk beribadah. Yaitu menggunakannya sesuai dengan adab-adab yang telah ditentukan oleh Syariat.

Diantara adab tersebut adalah disaat seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan dirinya hendaknya dia mengkaitkannya dengan kekuasaan Allah Ta’ala dan mendoakannya dengan keberkahan. Meskipun  ketakjubannya itu pada dirinya sendiri maupun hartanya. Sebagaimana sabda  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang diantara kalian melihat sesuatu yang menakjubkannya, pada dirinya atau hartanya hendaknya ia mendoakan keberkahan untuknya. Karena sesungguhnya ‘Ain (sakit yang disebabkan karena pandangan)  itu benar (kenyataan). (HR. Ibnu Sunni, Ahmad, Al Hakim. Hadits hasan.)

Ada dua kisah menarik terkait dengan hal tersebut; pertama, sebuah kisah  yang disampaikan oleh Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif Radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita ; Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama  Amir bin Rabi’ah Radhiyallahu ‘anhu pernah  melihat Sahl bin Hunaif Radhiyallahu ‘anhu  sedang mandi. Iapun takjub dengan kulit Sahl yang begitu putih dan halus. Kemudian ia  berkomentar: “Demi Allah! Saya belum pernah melihat pemandangan seperti hari ini, (yaitu) melihat kulit yang sangat bagus. tiba-tiba Sahl langsung terpelanting  dan tidak sadarkan diri. Setelah kejadian tersebut, ada yang mendatangi  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya: “Wahai Rasulullah! Menurut anda apa yang terjadi dengan Sahl bin Hunaif. Demi Allah! Dia tidak mampu mengangkat kepalanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Apakah kalian mencurigai seseorang? Mereka menjawab: Ya, kami mencurigai ‘Amir bin Rabi’ah. Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil ‘Amir kemudian  memarahinya sambil bersabda: “Atas dasar apa kalian hendak membunuh saudaranya? Kenapa kalian tidak mendoakannya saja dengan keberkahan? Mandilah (berwudhulah) untuknya! ‘Amir kemudian membasahi wajahnya, tangannya, kedua sikunya dan dua mata kakinya beserta ujung-ujung kakinya. Beliau juga memasukkan kain sarung kedalam bejana yang ada airnya. Setelah itu airnya digunakan oleh Sahl dan akhirnya Sahl pulih kembali seperti biasa lalu bergaul lagi dengan yang lain seperti tak terkena apapun. Dalam riwayat yang lain Nabi shallallahu  ‘alaihi wasallam sabda kepada ‘Amir bin Rabi’ah : “Sesungguhnya ‘Ain itu benar adanya, berwudhulah untuknya.”

Ibnu Hajar Rahimahullah berkomentar tentang kisah tersebut: “Sesungguhnya ‘Ain itu bisa terjadi berawal dari rasa takjub meskipun tidak hasad, bahkan dari pandangan orang yang sayang dan shaleh. Untuk itulah hendaknya segera mendoakannya dengan keberkahan ketika melihat sesuatu yang manakjubkan dirinya.

Kisah kedua, yaitu kisahnya dua pemilik kebun yang yang satu mukmin dan yang satu kafir. Kisah ini terdapat dalam QS. Al Kahfi 32 – 43;

“ Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki. Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu. Dan Dia mempunyai kekayaan besar, Maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”. Dan Dia memasuki kebunnya sedang Dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya. Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”. Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya – sedang Dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?. Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku..Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “MASYA ALLOH  LA QUWWATA ILLA BILLAH” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan. Maka Mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini); dan Mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin. Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, Maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi”. Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan Dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”. Dan tidak ada bagi Dia segolonganpun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya. Di sana pertolongan itu hanya dari Allah yang hak. Dia adalah Sebaik-baik pemberi pahala dan Sebaik-baik pemberi balasan”

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata: “Berdasarkan ayat-ayat tersebut, sebagian ulama’ berpendapat: “Barangsiapa melihat sesuatu yang menakjubkan dirinya tentang keadaannya atau hartanya atau anaknya hendaknya ia mengucapkan “MASYA ALLOH LAQUWWATA ILLA BILLAH” (Tafsir Ibnu Katsir Juz 3 cetakan Darul Faikho’)

Syaikh Al Utsaimin Rahimahullah berkata: “Ada sebuah atsar yang menyebutkan; “Barangsiapa melihat sesuatu yang menakjubkan dari hartanya, kemudian dia mengucapkan “Masya Alloh! La Quwwata Illah Billah, niscaya hartanya tidak akan terkena bahaya apapun.” Beliau juga berkata: “Ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkannya dan ia khawatir terhadap pengaruh pandangan yang hasad, hendaknya ia mengucapkan: “Masya Alloh! Tabarokallohu” sehingga orang yang dilihat tidak terkena ‘Ain

Pelajaran Penting

Berdasarkan kedua kisah tersebut bisa diambil kesimpulan bahwasannya saat seseorang melihat dengan matanya sesuatu yang menakjubkannya hendaknya dia melakukan dua hal penting yaitu

  1. Mendoakan dengan keberkahan yaitu dengan kalimat “BAROKALLOHU FIIKA” atau “BAROKALLOHU LAKA” atau “TABAROKALLOHU ‘ALAIK” (Semoga Alloh memberkahimu) atau dengan kalimat yang semakna
  2. Mengkaitkannya dengan kekuasaan Allah Subhanahu wata’ala yaitu dengan kalimat “MASYA ALLOH! LA QUWWATA ILLA BILLAH” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) atau dengan kalimat yang semakna