Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun

15 Mei 2019 by no comments Posted in Muslimah, Umum

إنا لله وإنا إليه راجعون

Telah meninggal dunia Mama Andhi Bakri Almarhum), ibunda dari Asy Syaikh Nurman Bakri, Lc. Dipl, dan Ustadz Muhamad Taufiq, Lc.

Mama menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Jamil Padang, pada hari Selasa, tanggal 9 Ramadhan 1440 H, bertepatan dengan 14 Mei 2019 M, pada jam 10.13 Pagi, yang sebelumnya sejak awal April melakukan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Rasidin Padang, kemudian di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Jamil Padang, karena penyakit Maag Kronis dan penyakit Jantung yang diderita Mama.

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَها ، وارْحَمْهَا ، وعافِهِا ، واعْفُ عنْها ، وَأَكرِمْ نُزُلَها ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَها واغْسِلْها بِالماءِ والثَّلْجِ والْبرَدِ ، ونَقِّها منَ الخَـطَايَا، كما نَقَّيْتَ الثَّوب الأبْيَضَ منَ الدَّنَس ، وَأَبْدِلْها دارًا خيراً مِنْ دَارها ، وَأَهْلاً خَيراً منْ أهْلِهِا، وزَوْجاً خَيْراً منْ زَوْجِهِا ، وأدخلها الجنَّةَ ، وَأَعِذْها منْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ النَّار

 

Semoga Allah mencurahkan rahmat, nikmat- Nya kepada Mama Andhi Bakri tercinta, dan kepada seluruh arwah kaum muslimin muslimat.

Ciri-Ciri Wanita Shalihah

13 Maret 2019 by no comments Posted in Featured, Muslimah

Menjadi seorang muslimah shalihah, tentu menjadi idaman bagi kaum hawa. Mengapa tidak? Muslimah shalihah merupakan derajat terbaik dalam Islam. Untuk memperolehnya pun tak begitu mudah. Kesabaran merupakan salah satu ciri yang harus dimilikinya.

Wanita Shalihah merupakan perhiasan terindah dan sangat diidamkan oleh setiap lelaki yang beriman dan membanggakan orangtuanya didunia hingga akhirat.

Tingginya derajat wanita shalihah tentu tidak dicapai dengan perkara yang mudah. Selain beriman wanita shalihah istiqomah dalam kebiasaan-kebiasaan rutin yang bernilai ibadah.

Berikut Ciri-Ciri Wanita Shalihah yang disebutkan dalam Al Qur’an

1. Qanitat

Wanita Shalihah memiliki sifat Qonitat, yaitu patuh dan ta’al menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dank arena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka, sebab itu maka wanita yang shaleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) wanita-wanita yang kamu khawatirkan musyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian, jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar,” (QS. An-Nisa: 34).

2. Shadiqat

Selain patuh dan ta’at Wanita Muslimah memiliki sifat Shadiqat, yang artinya jujur dan benar, baik kepada diri, kepada Allah dan sesamanya. Kejujuran merupakan akhlak yang baik yang mutlak harus dimiliku seorang wanita shalihah. Apabila ia berkata, maka apa pun yang keluar dari mulutya adalah ucapan yang benar dan jujur apa adanya sehingga dapat dipercaya.

3. Shabirat

Ciri yang ketiga yaitu Shabirat artinya Penyabar (tahan uji, pantang menyerah, tidak pernah putus asa, tawakkal kepada Allah).

Allah Ta’ala berfirman,

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya,” (QS. Ali-Imran: 159).

Allah Ta’ala juga berfirman,

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,” (QS. Al-Baqarah: 156-157).

4. Khasyiat

Khayiat atau khusyuk (memelihara hubungan dengan Allah dalam bentuk yang sungguh-sungguh) juga mrnjadi ciri wanita shalihah.

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya,” (QS. Al-Mu’minuun: 1-2).

5. Mutashaddiqat

Mutashaddiqat berarti mengeluarkan sedekah, zakat, infak. Wanita Muslimah yang shalihah senantiasa mememiliki keperdulian yang tinggi kepada sesamanya. Sifat empati yang tinggi sehingga mampu menimbulkan Cinta dan kasih sayang diantara sesamanya. Peduli dengan kesulitan saudaranya yang membutuhkan bantuan.

6. Sha’imat

Sha’imat sama artinya Wanita yang berpuasa, artinya menahan diri dari larangan-larangan Allah. Menjauhi maksiat dan Meyakini perintah Allah, seperti tercantum dalam firman Allah,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah: 183).

7. Hafidhat

Hafidhat ialah memelihara kehormatan. Wanita Muslimah senantiasa menjaga kehormatan dirinya, keluarganya dan terutama agamanya. Menghargai dirinya dg tidak mengumbar aurat dan memperdalam ilmu agama untuk menunjang keshalihahannya.

8. Dzakirat

Dzakirat yakni Seorang wanita yang selalu berdzikir mengingat Allah dalam setiap kondisi dan situasi.

Allah Ta’ala berfirman,

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan meningat Allah hati menjadi tenteram,” (QS. Ar-Ra’du: 28).

Wallahu Alam

Muslimah Wajib BerJilbab

8 Maret 2019 by no comments Posted in Muslimah

“Pentingnya Berjilbab”

Alhamdulillah sudah banyak muslimah yang menyadari penting dan wajibnya berjilbab. Jilbab merupakan perintah dari Allah dan Rasul-Nya, Dan Ulama telah sepakat akan kewajiban seorang muslimah mengenakan jilbab.

Jilbab adalah masalah fundamental yang bukanlah masalah furu’iyyah sebagaimana dikatakan segelintir orang. Ulama Berkata, bahwa orang yang menentang wajibnya seorang muslimah mengenakan Jilbab, maka ia telah kafir dan murtad. Dan bagi wanita yang tidak mau menggunakan Jilbab sebab mengikuti lingkungannya tetapi tidk sampai mengingkari wajibnya berjilbab maka dia berdosa dan tidak kafir.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59).

Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah.

Firman Allah Ta’ala pada ayat lain,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (31)

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur: 30-31).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلاَّهُنَّ . قَالَتِ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ « لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا »

Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890).

Dari dalil-dalil dan ijma’ ulama ini seharusnya seorang muslimah yang belum berjilbab tidak lagi beralasan untuk bersegera menutup auratnya. Sebab telah jelas wajibnya menutup aurat bagi wanita Muslimah.

Wallahu’alam

Penyusun : Tim FLC

Edisi Fiqih Wanita
Fiqh Learning Center

Setiap menyalin artikel FLC sertakan link sumbernya.